Kebebasan Mengakses Internet sebagai Hak Asasi Manusia: Selayang Pandang Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya

Oleh AP Edi Atmaja

Abstract

Internet was a technology that served information sharing quickly. However, many dictatorial countries restricted citizen access of the internet. On June 1, 2011, some international organizations consist of The United Nations (UN) Special Rapporteur on Freedom of Opinion and Expression, the Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE) Representative on Freedom of the Media, and the Organization of American States (OAS) Special Rapporteur on Freedom of Expression proclaimed a joint declaration to resolute that freedom to access to the internet was one of human rights. The right of freedom to access to the internet consist of two forms of human right that was guaranteed on international law instrument: freedom of expression and freedom of information. In ASEAN, freedom of expression varies from one country to another.

Continue reading “Kebebasan Mengakses Internet sebagai Hak Asasi Manusia: Selayang Pandang Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya”

Halah… Hukum! Ckckck…

Oleh AP Edi Atmaja

TADI malam saya beranjangsana ke markas Satjipto Rahardjo Institute (SRI) dan mendapati tiga lelaki tunawanita sedang sakaw ilmu pengetahuan. Bertelanjang dada, mereka nampak sibuk meracik anak rohani mereka (mau bilang “tulisan” aja kok ya lebaiy) dengan catatan kaki yang panjangnya ngujubile. Sehabis ngegombal bentar, saya dihadiahi buku yang langsung saya mintakan tanda tangan ke salah satu penulisnya.

Continue reading “Halah… Hukum! Ckckck…”

Secangkir Kopi di Teluk Kuantan

Oleh AP Edi Atmaja

HUJAN masih berjatuhan saat kami tiba di kedai kopi itu. Awan tebal berarak sedari siang dan kami terka hujan pasti segera datang. Benar saja, selepas magrib serdadu hujan meluncur perlahan dan dalam waktu tak berapa lama sukses menggenangi jalanan yang sengaja dibongkar-lalu-dibereskan-kembali demi penyerapan anggaran menjelang akhir tahun.

Continue reading “Secangkir Kopi di Teluk Kuantan”

Berilmu tanpa Rasa Takut

Oleh AP Edi Atmaja

SEORANG rektor pertama-tama dipilih karena keberaniannya. Keberanian menjaga kehormatan lembaga pendidikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam hal kehormatan lembaga pendidikan, seorang rektor pantang melakukan penyimpangan (fraud). Sebab bila ia terperosok dalam kerlingan pesona duniawi, dampaknya bakal struktural, sistematis, dan masif. Dan hukumannya mesti berkali-kali lipat dibanding penyimpang biasa. Ini soal pendidikan, Bung, jangan main-main.

Continue reading “Berilmu tanpa Rasa Takut”

Perbedaan Tafsir Konstitusi dan Kesiapan Pilkada Serentak

Oleh AP Edi Atmaja

PEMILIHAN umum kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2015 tinggal menghitung hari. Tepat 9 Desember 2015, perhelatan besar sebagai awal dari tradisi baru kontestasi demokrasi kita akan digelar. Terhitung 269 provinsi/kabupaten/kota akan turut berpartisipasi, dengan anggaran sekira Rp6,7 triliun.

Continue reading “Perbedaan Tafsir Konstitusi dan Kesiapan Pilkada Serentak”

Tertawan oleh Pikiran

Oleh AP Edi Atmaja

PERJUANGAN terbesar manusia adalah perjuangan melawan dirinya sendiri, demikian hadis yang begitu populer terutama menjelang bulan puasa. Bukan hadis yang sahih, memang, dan berpotensi hoax. Meskipun begitu, setiap orang yang waras dapat dipastikan akan segera mengamini hadis tersebut karena kandungan kebenaran logisnya.

Continue reading “Tertawan oleh Pikiran”